Amerika Serikat Menghapus Status Indonesia Jadi Negara Maju

Amerika Serikat Menghapus Status Indonesia Jadi Negara Maju

Amerika Serikat Menghapus Status Indonesia Jadi Negara Maju – Mungkin banyak sekali yang menyebutkan bahwa negara Indonesia tak cocok sebagai salah satu negara Maju. Namun baru baru ini Kantor Perwakilan Perdagangan AS menghapus status Indonesia dari negara berkembang.

Sehingga tentunya hal itu membuat Negara Indonesia disebut sebut sebagai negara maju di dunia. Akan tetapi dengan status tersebut tak akan membuat Indonesia lupa diri dan mendapatkan perlakuan khusus dari perdagangan international.

Amerika Serikat Menghapus Status Indonesia Jadi Negara Maju

Alasan Amerika Serikat Menghapus Indonesia Sebagai Negara Berkembang

Sesuai dengan informasi yang beredar tentang Indonesia telah menjadi Negara Maju pun dikarenakan Perkembangan Ekonomi dan Pemerintahan Indonesia yang semakin hari semakin baik dan melewati negara berkembang lainnya. Hal itu dibenarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Namun Sri Mulyani juga menyebutkan status baru tersebut tak akan memberikan keringanan ataupun mempermudah Indonesia dalam hal perdagangan dunia seperti banyak tersebarnya perjudian slot online yang bisa di mainkan dengan cara daftar joker123 gaming bersama situs joker gaming. Dimana status tersebut juga tak memberikan insentif GSP (Generalized System of Preference tentang urusan ekspor impor.

Amerika Serikat Menghapus Status Indonesia Jadi Negara Maju

baca juga artikel menarik mengenai ekonomi china diprediksi melewati negara AS

Semua itu dikarenakan perbedaan aturan yang mendasar tentang internal AS perihal GSP yang merupakan sebuah fasilitas khusus buat semua negara yang maju dan telah dianggap cocok di LDC’s dan tentunya negara berkembang.

Tentunya status baru itu malah memberikan sebagian kecil yang berhubungan dengan kegiatan eksport Indonesia. Dimana prosesnya hanya sebesar 5 komoditi yang termasuk dalam LDC tersebut. Jadi sebenarnya berita tentang hal itu lebih bersumber terhadap counter feeling duty yang sangat khusus produknya dalam ekspor Indonesia.

Sri Mulyani pun berpendapat bahwa status baru ini sebenarnya tak ada pengaruh besar ke perekonomian Indonesia. Disebabkan sumber pendapatan negara Indonesia saat ini sedang berfokus ke taraf menengah dan bukan taraf atas. Akan tetapi anggapan tersebut pun di tolak oleh Kadin Perdagangan Indonesia yang menyebutkan bahwa pengaruhnya akan sangat besar pada pengusaha Indonesia yang akan menikmati fasilitas GSP untuk ekspor barang ke AS.

Semua itu tentunya dapat mempengaruhi pendapatan dalam negeri juga dengan adanya status baru tersebut. Namun untuk pengaruh jangka panjangnya tersebut belum berani diungkapkan oleh Rosan Roeslani yang merupakan ketua Kadin Indonesia

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *